Waktu menunjukan pukul 1 siang, seorang mahasiswa terengah-engah menarik napasnya seraya bertanya “ Pak ruang E 209 di mana ya . . ?” , Oh naik saja ke atas di dekat GSG, tutur seorang staff Universitas Widyatama. Setelah kurang lebih 5 menit mencari ruangan E209 akhirnya si mahasiswa menemukan kelas tersebut dengan penuh kekecewaan. . .mengapa?
Ruang E 209 Universitas Widyatama terletak di lantai 2 gedung E atau yang lebih sering disebut Gedung Serba Guna (GSG). Lho memang ad ya yang kuliah di GSG? Pertanyaan itu pasti timbul bagi mahasiswa yang belum pernah kuliah di ruang E209. Sebuah ruang ‘kelas cadangan’ yang hanya berukuran 5×10 M dengan hanya memiliki satu buah whiteboard, dan OHP seadanya tanpa layar. Kelas cadangan? Yap, ruang kelas ini sebenarnya hanya dipergunakan ketika jam kuliah disatu waktu sangat padat sekali, dan bukan diperuntukan untuk kegiatan kuliah regular (1semester penuh).Kemungkinannya hanya digunakan untuk kelas asistensi atau responsi, itupun dengan suasana kelas yang tidak nyaman karena cukup padat. Bayangkan saja apabila insan kampus harus berkuliah secara regular di sebuah ruangan yang sempit dan dengan fasilitas yang kurang memadai, mulai dari kurangnya whiteboard, tidak adanya layar untuk OHP hingga panasnya ruangan karena terlalu padat. Padahal seorang mahasiswa membayar biaya pendidikan yang sama dengan mahasiswa lainnya, maka sudah seharusnya lah setiap mahasiswa mendapat fasilitas dengan kadar hak yang sama pula. Tentu sja insan kampus akan menolak jika harus kuliah regular di ruang E 209. Heurin dan hareudang kalau bahas Jermannya gitu, He. .he. . ![]()
kalau sudah tahu ruang kelas untuk kuliah itu kurang, sebenarnya apa yang melandasi kampus ini untuk mencomot ruang kelas C102 dan C104 untuk kepentingan diluar kegiatan perkuliahan? Ditambah pembangunan sebuah Main Hall yang menghabiskan banyak dana, padahal seharusnya dana tersebut bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih dirasakan langsung oleh mahasiswa sebagai konsumen jasa pendidikan di Universitas Widyatama. Seperti pebaikan fasilitas kampus dan penambahan ruang kelas.
Nukilan ini sekedar keluhan pada pihak kampus karena kurang optimalnya pelayanan kepada mahasiswa sebagai costumer yang seharusnya mendapatkan hak atas kewajiban membayar biaya pembangunan. Semoga menjadi masukan yang bermanfaat bagi pihak yang berkewenangan untuk menanganinya, dan tidak ada lagi insan kampus yang merasakan kuliah regular di E209.
Arsip
Halaman